Register       Sign In
KADIN DKI Jakarta - Logo KADIN DKI Jakarta
Columns Info All Columns All Columns Domestic Columns Domestic Columns Foreign Columns Foreign Columns
Created: 03 Aug 2010 11:19:13
Last Edited: 03 Aug 2010 11:27:46
Rated: Viewed: 2642 time(s)

Pengadaan barang dan jasa DKI tak optimal

Nurudin Abdullah-Bisnis Indonesia

JAKARTA: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta menilai proyek pengadaan barang dan jasa di DKI pada tahun ini berpotensi tidak optimal karena rendahnya serapan belanja daerah.

Wakil Ketua Kadin Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan potensi itu mengacu serapan belanja daerah DKI sepanjang Semester I/2010 hanya sekitar 25,64%.

"Kondisi rendahnya penyerapan belanja daerah pada semester I/2010 bisa menyebabkan pelaksanaan proyek menjadi tidak optimal karena dikerjakan secara terbutu-buru," katanya menjawab Bisnis, kemarin.

Menurut dia, proses lelang pengadaan barang bisa terburu-buru dan tidak transparan karena enam bulan ke depan harus menyelesaikan sekitar 70% dari total proyek pengadaan barang dan jasa.

Sarman menjelaskan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa seharusnya dimulai awal tahun setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 ditetapkan bersa-ma DPRD DKI pada Juli-Desember 2009.

"Dukungan dari satuan kerja perangkat daerah [SKPD] sangat penting untuk mempercepat penyerapan belanja dan tidak ada lagi hambatan terkait dengan panitia lelang," ujar dia.

Sarman yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Monitoring, Asistensi dan Evaluasi Kadin Jakarta menegaskan kinerja perekonomian di Jakarta bisa terpengaruh akibat rendahnya penyerapan belanja daerah.

"Kondisi itu juga bisa merepotkan kalangan dunia usaha dan mengganggu penyerapan tenaga kerja di Ibu Kota," ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Sukri Bey mengungkapkan realisasi belanja DKI hingga akhir Juni lalu hanya Rp6,23 triliun atau 25,64% dari total anggaran sebesar Rp24,28 triliun.

Dia memaparkan penyerapan terendah di sektor belanja langsung yang baru terealisasi 19,52% dari total anggaran Rp16,22 triliun dan sektor belanja tidak langsung terserap 37,96% dari total anggaran Rp8,06 triliun.

Alasan penyerapan yang rendah, tutur dia, disebabkan oleh antara lain terlambatnya pengesahan APBD, perlunya penyesuaian belanja pegawai dan penyesuaian akibat proyeksi pendapatan yang tidak mencapai target.

Untuk itu, Sukir menyatakan pihaknya menerapkan pengawasan intensif terhadap seluruh SKPD sehingga kegiatan lelang lebih dari 50% sudah dilaksanakan sejak awal Juni 2010.

Wakil Ketua Kadin Jakarta Yukki N. Hanafi menyatakan penyerapan belanja APBD 2010 bisa memperlancar pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa sekaligus pembangunan infrastruktur.

"Selain itu, tenaga kerja bisa banyak terserap pada saat semua merasakan dampak dari kenaikan tarif dasar listrik dan tarif jalan tol," ujarnya.

Yukki juga mengingatkan bahwa penyerapan anggaran secara maksimal juga membantu pengusaha dalam menjalankan bisnisnya, yang umumnya pada merupakan anggota Kadin Jakarta.

SELASA,03-08-2010
 

Rate this Columns:
Comments
17 Sep 2012 12:08:03 by Jeffrey
That's a brilliant answer to an inteersting question
18 Jan 2012 11:58:30 by desy rahmawati

Perkenalkan  saya, dari PD. Cemara Sewu  mau menawarkan barang untuk peralatan penyimpanan dokumentasi di departemen Bapak/Ibu dikirim penawaran saya ke email ini tapi ditujukan kontek persen nya by siapa yah  ?

 

Terima kasih

11 Mar 2011 17:31:27 by Akbar

ass, saya mau tanya ada g pembuatan gapensi dibawah 1 minggu

 

Leave Your Comment
KADIN Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Chambers of Commerce & Industry) © 2009
Jl. Majapahit No. 18 - 22, Jakarta 10610, Indonesia | Phone: 62-21-3808091, 3844533 | Fax: 62-21-3844549
Website: www.kadinjakarta.or.id | Email: sekretariat@kadinjakarta.or.id or kadinjkt@indosat.net.id