Register       Sign In
KADIN DKI Jakarta - Logo KADIN DKI Jakarta
News Info All News All News Domestic News Domestic News Foreign News Foreign News
Created: 01 Sep 2012 13:51:30 Rated: Viewed: 2170 time(s)

KIAT PENGEMBANGAN USAHA INVESTASI DI BIDANG ENERGY TERBAHARUKAN BAGI PELAKU USAHA ATAU INVESTOR INDO


Dalam beberapa kesempatan resmi, Wakil pemerintah Arab Saudi cq Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Energi, senantiasa mengemukakan kebijakan diversifikasi energy ke arah pengurangan ketergantungan terhadap energy fosil (unerenewable energy). Kebijakan tersebut diiringi oleh komitmen pemerintah Arab Saudi di dalam mengelontarkan dana bagi pembangunan yang cukup fantastis bagi pengembangan energy bersumber pada Nuklir dan Energi Tata Surya, hampir US $100 milyar. Sebagaimana pernyataan Menteri Perdagangan dan Industri Arab Saudi, Abdullah Zainal Alireza, yang dilansir oleh harian Arab News, 11 Desember tahun lalu, bahwa Arab Saudi akan menghabiskan sejumlah US $100 milyar untuk membangun sejumlah 16 reaktor nuklir dan sejumlah US $3 milyar untuk pembangunan panel-panel energy matahari di wilayah Jubail dan Yanbu. Kebijakan ini dikatakan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan energy fosil.

Sementara kebijakan diversifikasi energy kea rah penggunaan energy yang ramah lingkungan, bersih dan lebih demokratis diusung untuk mencegah terjadinya krisis energy (red-dikarenakan over-exploited, peperangan dll), permintaan dunia industry terhadap minyak dan gas Arab Saudi pun seakan-akan memaksa negeri ini untuk menyedot sumber minyak dan gasnya begi kebutuhan dunia. Terlebih lebih perdagangan minyak dunia saat inni diwarnai oleh beberapa krisis regional yang memaksakan para pemain di sector ini mencari peluang yang lebih menguntungkan dan pilihan tersebut jatuh kepada minyak dan gas Arab Saudi. Walhasil, pemerintah Saudi pun harus menaikkan produksi minyak hingga level 10.000 barrel per day untuk menutupi konsumsi local dan dunia.

Pada kenyataannya memang, bisnis di bidang ini merupakan bisnis tradisional yang murah dengan hasil yang sangat menguntungkan dikarenakan berbagai sarana dan prasarana untuk mengeksplorasi sumber daya ini sudah tersedia dan semakin dikembangkan kwalitas dan kwantitasnya. Hal yang paling mengemuka terkait hal tersebut adalah dengan adanya kebijakan yang smart dengan menjadikan produk minyak ini menjadi produk petrokimia sebagai hasil residu pengolahan minyak mentah. Dari produk ini berbagai produk-produk sector riil semakin mendapatkan pasaran, antara lain plastic, dan dari bahan plastic tersebut dapat dibuat produk turunannya seperti perlengkapan dapur, aksesories, sandang dll. Pendapatan Negara dari ekspor turunan minyak ini (non migas) pun semakin meningkat dari tahun ke tahun mengingat pasar untuk produk ini sangat besar, antara lain China termasuk Negara yang terbesar yang mengimpor petrokimia dari Arab Saudi.

Disamping itu, pemerintahpun telah melakukan “safety and cost effective measures” setelah kegiatan eksplorasi minyaknya dengan membangun lebih banyak lagi pusat pemurnian minyak mentah (refinery) untuk kebutuhan local maupun eksport. Untuk tahun 2010, konsumsi energy utama (primary energy consumption) mencapai 201 milyar ton (mtoe).

Selain itu, terhadap pemanfaatan minyak ini, pemerintah Arab Saudi tetap ingin menjadikan produk minyak ini sebagai sabuk pengaman bagi kegiatan perekonomian Negara yang dari tahun ke tahun menyumbangkan pendapatan Negara yang surplus yang dapat memberikan kemampuan bagi Negara ini membangun fasilitas pengembangan sarana dan prasarana bagi kebutuhan social dan ekonomi bagi masyarakatnya. Pada tahun 2011, nilai yang disisihkan bagi sarana dan prasarana social dan kemasyarakatan dari pendapatan negara ini mencapai SR 485 trillion (US $ 130 trilion) dan SR 180 trillion dari jumlah tersebut atau (US $50 trilion) akan telah digelontorkan pada akhir tahun Anggaran 2011 ini. Di bidang kesehatan, sebagaimana komitmen Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud telah mengeluarkan perintah untuk mengalokasikan dana sebesar SR 16 trillion (US $4.3 trillion). Walhasil, dengan pendapatan Negara dan kesempatan yang diberikan bagi masyarakat Arab Saudi dari hasil keuntungan pendapatan dari sumber minyak ini telah menjadikan masyarakat Arab Saudi sebagai masyrakat yang memiliki daya beli tinggi dengan tingkat pendapatan perkapitanya sebesar US $21.685 (2009).

Begitu besar sumbangan sector energy fosil ini kepada pemerintah dan masyarakat Arab Saudi tidak serta merta membuat pemerintah khususnya dan sejumlah kalangan di dalam masyarakat lupa untuk mengkampanyekan perlunya hidup yang lebih bersih dan memperhatikan keseimbangan lingkungan. Kebijakan dan Gerakan masyarakat ini pun didorong oleh berbagai factor antara lain sudah semakin terasanya efek lingkungan dan besarnya tingkat konsumtif masyarakat Arab Saudi sehingga dapat dikatakan sangat berganting pada pemanfaatan sumber daya energy fosil ini. Untuk itu, pemerintah Arab Saudi diakhir tahun 2011 ini telah mencanangkan untuk mengembangkan pemanfaatan energy terbarukan (renewable energy) dengan menggandeng lembaga-lembaga professional dan teknis, antara lain dari lembagaperguruan tinggi King Abdullah University Science & Technology (KAUST) untuk melakukan pengembangan dan riset energy Nuklir dan Surya.

Kebijakan Arab Saudi ini pun terus di dorong oleh berbagai pihak, termasuk dari penggunaan jasa para pelaku di bidang media massa di dalam menyebarkan pentingnya hidup hemat dan tidak konsumtif melalui berbagai kampanye dalam bentuk ajakan maupun pemuatan artikel lingkungan hidup dari berbagai penulis (local maupun internasional), antara lain tulisan Felix Mormaan dan Reicher dari The New York Times yang disadur oleh Harian Saudi Gazette tanggal 04 Juni 2012 dengan judul “How to make renewable energy Competitive”. Dan dari upaya ini, menampakkan adanya perhatian dari pemerintah dan kalangan pemerhati lingkungan Arab Saudi terhadap upaya-upaya untuk membuat Energi Terbaharukan ini menjadi bersifat Kompetitif (To make Renewable Energy Competitive).

Dalam hal tersebut, terdapat beberapa usulan dan praktek untuk lebih membuat energy ini lebih kompetitif sementara Negara tersebut memang tergolong sangat bersandar pada energy fosil dan nampaknya upaya tersebut menjadi perhatian media Arab Saudi untuk kiranya dipertimbangkan dan digunakan di dalam mencapai tujuan di dalam megurangi ketergantungan Arab Saudi terhadap minyak, yakni adanya peranan dan dukungan dari lembaga-lembaga baik itu eksekutif, legislative maupun para pelaku bisnis/ usaha dan masyarakat. Studi kasus ini dilakukan terhadap kebijakan yang sedang diperjuangkan di beberapa Negara bagian di Amerika Serikat terkait pemanfaatan energy terbarukan untuk sektor-sektor usaha.

Pihak-pihak diatas akan sangat memberikan pengaruh bagi pengembangan energy yang lebih ramah, bersih dan demokratis. Contoh kasus yang diambil adalah adanya dukungan terhadap pengurangan atau bahkan pembebasan pajak terhadap para pelaku usaha/ investor (local/ asing) di bidang pengembangan infrastruktur pembangunan perhotelan, pemukiman ataupun real estate yang mendepankan penggunaan energy yang ramah lingkungan/ terbarukan.

Pengambilan studi kasus ini, bagi Arab Saudi, hal ini sangat relevan di dalam mendorong gerakan diversifikasi energy kea rah energy yang ramah lingkungan (green energy) lebih bersifat revolusioner ketimbang evolusioner. Mengapa demikian, mengingat dalam Repelita ke-9 ini, pembangunan sarana transportasi, konstruksi  bangunan baik untuk perumahan, rumah sakit, sarana social dan pendidikan mendapatkan porsi yang besar di dalam rangka pembangunan tata perkotaan di Arab Saudi ini.

Dengan demikian ini juga merupakan salah satu strategi bagi para pihak pengembangan di Indonesia yang akan bermain dan berkiprah di dalam setiap proyek pembangunan terkait tata perkotaan yang juga menyangkut sarana transportasi baik di Indonesia mauoun di Arab Saudi dan juga kawasan di Timur Tengah yang memang sangat berpotensi di dalam pengembangan energy alternative. Bukanlah tdk mungkin, apabila masukan dari pihak pemerhati lingkungan ini dapat dilakukan oleh para pelaku baik itu di bidang eksekutif, legislative, yudikatif, dan para pelaku usaha/ investor serta masyarakat luas di Arab Saudi dan juga di tanah air, maka perubahan revolusioner terhadap ketergantungan dari energy fosil dapat dimaksimalkan.

Sumber: Konsulat Jendral RI di Jeddah
Pembuat berita: Moehammad Amar Ma’ruf (Konsul Ekonomi)
 
Rate this article:
Comments
20 May 2013 22:14:44 by denbei solo

Salam Sejahtera,

Kami adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Pakaian Jadi khususnya dalam penyediaan sarana pakaian seragam kantor,meliputi baju kantor, training, T-shirt multipurpose  (kaos olah raga dan promosi+ KAMPANYE CALEG+PILKADA ) ,seragam Batik ataupun kain printing.

Kami berkeinginan untuk memperkenalkan layanan kami kepada perusahaan Bapak / Ibu, dengan harapan akan menjalin kerjasama untuk memenuhi kebutuhan semua seragam/uniform maupun promosi perusahaan Bapak/Ibu.kunjungi www.denbeisolo.kassa9.com

HARGA KAOS  HYGET       RP  8500/PC - untuk 5000 PCS

HARGA KAOS  PE               RP 15000/pc - untuk 5000 PCS

BATIK PARTAI                     RP  45000/pc - untuk 5000PCS

Printing bahan kain seragam/batik Rp 25.000/meter Minimal 3000 meters

 

Besar harapan kami untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Bapak / Ibu, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan Terima Kasih.

 

 

Denbei Solo

Miftah Mukhlasin

Ph/fax 0271-857025
hp 081393181250
bb 22781634
email: denbei.solo@yahoo.co.id
www.denbeisolo.kassa9.com

18 Nov 2012 19:48:06 by a

 a

Leave Your Comment
KADIN Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Chambers of Commerce & Industry) © 2009
Jl. Majapahit No. 18 - 22, Jakarta 10610, Indonesia | Phone: 62-21-3808091, 3844533 | Fax: 62-21-3844549
Website: www.kadinjakarta.or.id | Email: sekretariat@kadinjakarta.or.id or kadinjkt@indosat.net.id